9 September 2010
  Komunitas
  Info
  Forum Diskusi
  Mailing List
  Iklan Baris
  Opini
  Serba Serbi
  Foto Galeri
 
  Yang Tetap
  Regulasi
  AD ART
  Ketetapan
  Undang Undang
 
  Partner
 
 
Gaya Hidup Digital Bagi Kalangan
Profesional
01-06-2010
Bagaimana Sikap Awak Kabin

Senin, 31/05/2010 02:30 WIB
Laporan dari Amsterdam
Garuda Experience? Ini Dia...
Eddi Santosa - detikFinance


Foto: Dok Privat
Amsterdam - Garuda siap mengepakkan kembali sayapnya ke Amsterdam, dengan konsep baru, citra baru. Cukup dua feedback negatif dari dua penumpang dalam penerbangan berbeda atas crew yang sama, dia langsung digrounded.

Hal itu disampaikan Senior General Manager Europe & Middle-East Iswandi Said kepada detikfinance dalam bincang-bincang di kantor World Trade Center, Schiphol, Jumat (28/5/2010) waktu setempat.

Sebagai penyandang status bintang empat dari lembaga pemeringkat Skytrax, Garuda menerapkan standar pelayanan tinggi dan perangkat pengawasan sangat ketat. Penumpang antara lain juga dapat ikut mengontrol dengan mengisi formulir feedback yang disediakan inflight.

"Kami sudah siapkan perangkat pelayanan tinggi kepada penumpang, sampai detil cara berkomunikasi. Kalau penumpang mengajukan lebih dari satu pertanyaan, mulai pertanyaan kedua crew wajib berlutut untuk memberi perhatian ekstra. Jika mereka tidak melakukan, silakan penumpang lapor," ujar Iswandi.

Sejalan dengan itu crew kabin diseleksi yang terbaik di antara terbaik dalam jajaran Garuda. Mereka harus selalu terlihat fresh, service oriented, memancarkan kepastian dan rasa aman. Seragam baru berupa kebaya dipadu dengan kain batik akan memperkuat citra baru Garuda.

Untuk crew pria tersedia disain berwibawa sekaligus ramah berupa setelan jas abu-abu, kemeja biru, dan dasi bercorak sapuan logo Garuda. "Semua itu demi mencapai kinerja terbaik, sehingga ke depan Garuda bisa naik status menjadi maskapai berbintang 5," terang Iswandi.

Khusus untuk penerbangan Jakarta-Amsterdam, Garuda juga memelihara simpul-simpul historis yang melekat kuat dalam benak dan emosi market Belanda, yakni dengan menyediakan menu khusus rijstafel (menu prasmanan, red) di kelas bisnis. Sementara untuk kelas ekonomi pilihan menu tetap sama, hanya penyajiannya berbeda.

Menurut Iswandi itu antara lain karena pertimbangan praktis. Waktu dan tenaga crew sangat terbatas kalau kelas ekonomi yang jumlahnya 186 penumpang dilayani dengan standar sama dengan kelas bisnis yang cuma 36 penumpang.

Segala pelayanan terbaik itu demi penumpang. "Penumpang betul-betul akan merasakan Garuda Experience mulai dari pre check in, pre journey, on board, dan seterusnya. Begitu melihat, membaca, mendengar, orang sudah langsung merasakan hospitality Garuda, termasuk dalam kontak telepon," demikian Iswandi.kd


Back >>
 

 
Login Anggota
Nama

Sandi
Lupa Sandi
User Baru
 
 
Info
06 September 2010
Langkah Lanjutan
   
06 September 2010
HASIL PERUNDINGAN SEJAUH INI
   
Berita Lainnya
 
 
Jajak Pendapat

Untuk Mengikuti Jajak Pendapat Anda
Haruslah Seorang Member
Silakan Untuk Login Terlebih Dahulu
 
Partner
 
© Copyright 2003 Ikagi.com. Powered by Sisfo Indonesia. Comment to info@ikagi.com